Rabu, 24 Oktober 2012

putih abu-abu


Pada suatu pagi yang cerah aku bersemangat sekali untuk melangkah ke sekolah,,ini merupakan kali pertama aku menjadi anak SMA hatiku sangat senang dan bangga karena aku dapat diterima di MAN 2 PEKALONGAN

Sesampai di parkiran yang terletak dibelakang kelas ,aku langsung bergegas mencari kelas X6 ,ternyata ruangan kelasku berada tak jauh dari parkiran, akupun tanpa ragu untuk memasuki kelas dan mencari tempat duduk yang masih kosong,terlihat ada 1 tempat duduk yang masih kosong yaitu barisan kedua dari belakang terlihat pula ada sesosok perempuan yang seusiaku duduk disamping tempat duduk yang masih kosong tersebut, akupun langsung menuju tempat duduk yang masih kosong itu dan menyapa “hai,, bolehkah aku duduk disebelahmu?” tanyaku..”boleh silahkan”jawabnya dengan senyum yang nampak diwajahnya, “namaku FAITUL lillah biasa dipanggil ILLA”, diapun memperkenalkan dirinya “ namaku Wahdaniyah panggilanku NIA”,kita saling berjabat tangan dan saling sapa deengan senyuman hangat dari wajah kami.


Pelajaran demi pelajaran kami ikuti,kamipun dapat teman baru yang akrab dengan kami namanya Yunita Anggiani ( Anggi ), Iva Solekha ( Iva ), Nurul Hidayati ( Indun ), Azizatul Chalimah ( Zizah ) keakrabanpun terjalin diantara kita dari jajan bareng kekantin, Jalan-jalan bareng, acara traktiran kalau diantara kita ada yang Ulang tahun, Seru-seruan dan masih banyak lagi kegiatan Asyik yang kita lakukan...hingga terbentuk ALINEZ singkatan dari nama kita,,,hmmm

Tak terasa telah semester II , untuk mempersiapkan jurusan yang kita minati, aku dan nia mengambil jurusan yang sama yaitu Ipa ketrampilan sedangkan anggi, iva, indun, dan zizah mengambil jurusan IPS, walaupun jurusan mereka sama tapi mereka tak satu kelas kecuali iva sama indun yang satu kelas, kelanjutan dari persahabatan kami agak mulai ranggang karena sudah tak satu kelas lagi ditambah kelasku jauh dari anak IPS dan IPA yang lain, kelasku hanya berdekatan dengan kelas IPS KETRAMPILAN,,huhu kasihan sekali kelas IPA dan IPS KETRAMPILAN terpisah dari kelas yang lain yang satu angkatan dengan kami sebenarnya sih sudah protes kenapa kelasnya terpisah dengan yang lain tapi sekolah menjelaskan katanya biar dekat keLAB PPHP, OTOMOTIF dan TATA BUSANA, kamipun harus menerimanya dengan lapang dada walaupun sebenarnya berat sekali berjauhan dengan kelas yang lainnya, kita hanya ngumpul kalau diantara kami ada yang Ultah tapi walaupun begitu rasa persahabatan dalam hati kita tetap terjaga dengan baik..

Oya dikelas IPA ket aku dan nia duduk bersama lagi LOCH yaitu duduk di tempat duduk yang paling belakang dari situlah persahabatn kami mulai erat, awal masuk kelas ketrampilan kami asing dengan yang lainya kecuali dengan teman yang kelas X nya bersama mereka adalah tyo, yoga, fais dan rudi, rudi sebenarnya bukan teman satu kelas tapi karena rudi sering bersama dengan tyo jadi kami mengenalnnya.

Kita berenam sering menghabiskan waktu bersama entah belajar dikelas, kekantin jajan bareng, ataupun sekedar jalan-jalan bareng. Bukan hanya itu kami juga saling membantu meringankan masalah jika diantara kami ada masalah, akupun merasa beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka, nia yang cerewet dan selalu ceria, tyo yang pintar dalam pelajaran fisika dan berpendapat, yoga yang jago merangkai kata-kata yang indah, fais yang jago ngedrum dan kocak tapi kadang sering nyeleneh dan rudi yang pandai dalam pelajaran kimia, itulah kami yang satu melengkapi satu dengan yang lainya.

Tapi pertemanan kami tak semanis kelas XI entah kenapa aku dan nia tak tau sebabnya.sejak selesai dari magang kita tak lagi menghabiskan waktu bersama, terasa ada suasana yang beda diantara kami, tyo, yoga, fais dan rudi mulai sibuk menjalankan aktifitas sendiri-sendiri, akku dan nia sebenarnya sudah berusaha untuk mempersatukan lagi pertemanan kami tapi sulit sekali.

Waktu terus berjalan hari demi hari terlalui, kami bersama kembali tapi sikap dan perilaku mereka berbeda terhadap aku dan nia, sikap mereka yang cuek dan tak peduli lagi, rasanya sedih banget kenapa ini harus terjadi dan ada apa dibalik sikap mereka yang berbeda.sejak saat itu aku dan nia berusaha untuk tidak bergantung lagi dengan mereka karena sikap mereka aku dan nia juga bisa bebergian tanpa mereka meskipun mereka menganggapnya tidak bisa, siapa bilang, walaupun tanpa mereka juga bisa....

Tapi bagaimanapun yang terjadi mereka tetap sahabat-sahabat yang singgah dimasa putih abu-abu.... THANK ,, salam manis wat sahabat2Q,,,



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar